
15 Kesalahan Yang Harus di Hindari dalam Mendidik Anak
15kesalahan dalam mendidik anak, dikemukakan oleh Muhammad bin Ibrahim Al- Hamd dalam bukunya At- Taqshir fi Tarbiyatil Aulad: Al- Mazhahir, Subulul Wiqayah wal 'ilaj, yaitu :
- Mendidik anak dengan di manja dan hidup tanpa aturan, serta bersuka ria. akibatnya anak tumbuh dan terbiasa dengan kemewahan, egois, dan hanya mementingkan diirnya sendiri.
- Terlalu bersikap keras dan kasar. jika memukul ia memukul dengan berlebih- lebihan, jika menegur, mereka menegur dengan tidak keras.
- Hanya mementingkan asfek penampilan saja, dengan mengabaikan sisi rohani.
- Membeda- bedakan ( tidak berlaku adil) dalam memperlakukan anak- anak mereka.
- Berada lama diluar rumah, dengan mengabaikan pendidikan di rumahnya. sehingga anak- anak mereka rentan terkena fitnah dunia luar.
- Mendidik mereke diatas hal- hal yang rendah, kata- kata yang buruk, akhlak yang tidak terpuji; seperti merokok, menonton gosip, membuka aurat dalam berpakaian, berkata- kata kasar, jorok, dll.
- Melakukan berbagai larangan didepan anak- anak; seperti mendengarkan lagu- lagu erotis, menonton film forno, membuka aurat didepan anak- anak, dll
- Mendatangkan kemungkaran- kemungkaran kedalam rumah; seperti majalah forno, film- film tak bermanfaat, musik, buku- buku tidak bermanfaat, dll
- Banyaknya problem diantara orang tua.
- Kontradiksi; seperti orang tua menyuruh anaknya sholat tapi orang tuanya malah nonton TV
- Membiarkan anak- anak melakukan perbuatan yang negatif; seperti membiarkan anak- anak perempuan memakai pakaian yang seronok, membiarkan anak- anak lelaki mereka merokok, dll
- Tidak perhatian terhadap bacaan anak, baik atau buruk untuk seusianya.
- Mengabaikan dalam memilihkan sekolah untuk anak- anak mereka. karena sekolah adalah dunia kedua bagi anak- anak setelah rumahnya.
- Sedikit sekali mengadakan kerja sama dengan sekolah tempat anak- anaknya besekolah.
- Besikap masa bodoh atau meremehkan pendidikan anak, sehingga hasilnya asal- asalan.
( dikutip dari : selamat ! anak anda luar biasa, Muhammad Albani, Pustaka Iltizam, hal. 76-80)
